Ini Dia Tips Untuk Mengatasi Rasa Malas (Bukan Menghindari)

Rasa malas acap kali membuat diri kita gak produktif, kalau diteruskan justru menjadi kebiasaan yang berkepanjangan. Rasa malas juga membuat kita sulit berkonsentrasi alias gagal fokus. Mungkin kalian pernah nih, punya rencana besar untuk masa depan namun kalian justru melupakan rencana itu karena terpengaruh dengan rasa malas.

Manusia pada dasarnya menginginkan suatu hal yang sederhana dalam kehidupannya, yaitu “Perubahan“.

Kita mungkin berpikir kalau “Rasa malas yang membuat kita gagal”. Oke, secara awam mungkin kalimat tersebut benar. Tapi, sejak kecil kita sudah punya pola pikir yang salah, dimana sebuah kesalahan kalau dilakukan secara bersama-sama bisa jadi benar. Masihkah kita berpikir kalimat itu benar? Perlukah kita mengkambing-hitamkan “Rasa malas” sebagai buntut dari kegagalan kita selama ini?

Kalau bukan itu, jadi apa sih tujuannya rasa malas?

Bila kita renungkan, ternyata rasa malas tak lebih dari sekedar elemen yang melengkapi tubuh dalam beradaptasi, karena rasa malas memiliki tujuan sendiri:

Rasa Malas Punya Maksud Baik

Rasanya gak mungkin untuk mengusir rasa malas, karena sebenarnya kita butuh rasa malas ini untuk membantu kita beradaptasi. Akui saja kalau bermalas-malasan itu memang menyenangkan. Kecenderungan dalam menikmati rasa bermalas-malasan itu juga yang akan memberatkan kita dalam mengusir rasa malas. Kita akan merasa semakin terusik jika terus mencoba mengusir rasa malas ini. Karena, rasa malas merupakan bagian dari diri kita. Pikiran bawah sadar jauh lebih paham terhadap maksud dan niat baik dari rasa malas ini. Masih punya niat buat ngusir rasa malas?

Membuat Kita Merasa Nyaman

Coba tanya pada diri sendiri, sebenarnya apa yang membuat kita merasa malas? Jawabannya pasti gak jauh dari:

  • Capek
  • Banyak pikiran
  • Suasana mendukung untuk bermalas-malasan
  • Lagi gak mood
  • Sedang gak ada motivasi
  • Bingung mau ngapain

Apakah kita merasa nyaman dalam kondisi-kondisi seperti di atas?
Jika kita renungkan, rasa malas ternyata mempunyai maksud baik yaitu “Membuat kita merasa nyaman”. Kita bisa merasa nyaman di bawah segala kondisi-kondisi yang membuat tertekan akibat rasa malas.

Pikiran Yang Sibuk Sendiri

Kita hidup pada “Saat ini” dengan didampingi oleh “Masa lalu” dan “Masa depan”. Pikiran kita sudah cukup sibuk bila harus bergelut dengan kehidupan “Saat ini”. Namun, kita masih saja membuat pikiran semakin sibuk dengan memikirkan masa depan dan masa lalu. Ketakutan akan masa depan misalnya seperti takut akan sesuatu yang akan terjadi. Sedangkan pikiran masa lalu lebih ke penyesalan dan kesedihan. Pikiran yang melompat-lompat ini menciptakan ketidakseimbangan antara kerja pikiran dan kerja tubuh yang menyebabkan timbulnya rasa malas agar membuat tubuh kita beristirahat. Walaupun sudah cukup lama kita beristirahat.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jika ingin mengatasi rasa malas, selesaikan penyebabnya, bukan mengusir rasa malasnya. Karena kita sudah paham ternyata rasa malas punya niat baik.

Hidup pada saat ini, dengan tidak terpengaruh oleh ketakutan akan masa lalu dan masa depan.

Latihan untuk kembali ke Present Time “Kehidupan saat ini”

Nikmati sensasi dan perasaan yang dialami saat ini, mulai dari suara-suara yang terdengar, nafas yang mengalir melalui rongga hidung, baju yang sedang kita gunakan, lambaian angin yang menyentuh kulit, dan menyebutkan benda-benda di sekitar dalam hati. Lakukan latihan ini untuk membiasakan pikiran tetap berada pada present time.

Komentar:

Fadel Muhammad

Morty is the new Chuck Norris.